Kekayaan Intelektual (ISW)

IAI Rawa Aopa Rancang Program Akselerasi Kekayaan Intelektual dan Indikasi Geografis

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mematangkan rencana strategis untuk mengakselerasi perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dan Indikasi Geografis (IG) di wilayah Sulawesi Tenggara. Langkah ini diwujudkan melalui usulan kolaborasi intensif dengan Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara guna memastikan potensi lokal dan inovasi akademik mendapatkan pengakuan hukum yang kuat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam mengawal aset intelektual daerah usai memantau pelaksanaan PPL Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan Kanwil Kemenkumham Sultra adalah langkah krusial untuk menjembatani antara hasil riset perguruan tinggi dengan perlindungan hukum yang formal. 

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa fokus utama program ini mencakup pendampingan bagi masyarakat lokal dalam mengidentifikasi potensi Indikasi Geografis yang unik di Konawe Selatan. Ia juga menekankan bahwa “Akselerasi ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya konkret dalam meningkatkan nilai ekonomi berbasis komoditas dan kreativitas lokal.”

Dalam penjelasannya lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menguraikan pentingnya ekosistem inovasi yang terproteksi bagi para dosen dan peneliti. Beliau menuturkan bahwa “Kami berkomitmen untuk menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat inkubasi kekayaan intelektual yang mampu memberikan dampak luas bagi pembangunan regional.” 

Di sisi lain, ia juga menyoroti bahwa kesadaran akan hak cipta dan paten harus menjadi budaya di lingkungan kampus agar setiap karya yang lahir memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Ismail menambahkan, “Sinergi dengan Kementerian Hukum akan membuka pintu bagi percepatan pendaftaran merek kolektif dan hak paten yang selama ini sering kali terkendala oleh kurangnya pemahaman prosedural.”

Program akselerasi ini direncanakan akan mencakup serangkaian workshop teknis, klinik kekayaan intelektual, dan pemetaan potensi geografis yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan angka pendaftaran kekayaan intelektual dari sektor pendidikan dan pelaku usaha lokal dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. IAI Rawa Aopa optimis bahwa integrasi antara kebijakan pemerintah dan kepakaran akademik akan memperkuat posisi Sulawesi Tenggara dalam peta inovasi nasional.

Buka Puasa (ISW)

Sinergi Akademisi dan Polri: Prodi HTN IAI Rawa Aopa dan Polres Konsel Gelar Aksi Sosial serta Perkuat Solidaritas Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian. Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan pada Jumat, Maret 2026.

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional. 

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya. 

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial. Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret. 

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional. 

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berita Eksyar (ISW)

Dengan Dukungan UKT Setara Pemkab Konsel, IAI Rawa Aopa Buka Kuliah Ekonomi Syariah Dengan Beasiswa

Syariah.rawaaopakonsel.aci.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memperkuat kedudukannya sebagai lembaga pendidikan tinggi kredibel dengan menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1714 Tahun 2025 mengenai izin penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk jenjang Sarjana (S1). 

Penerimaan dokumen strategis tersebut dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, yang diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri. Kehadiran program studi baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi calon mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang ingin mendalami sektor ekonomi berbasis syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur penunjang dan sumber daya manusia telah disiagakan untuk melayani calon mahasiswa yang ingin bergabung di kampus hijau tersebut. Mardan menyampaikan bahwa pembukaan program studi baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan pasar kerja di Sulawesi Tenggara yang semakin dinamis. 

Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. “Kami telah menyiapkan skema pendaftaran yang memudahkan calon mahasiswa, baik dari sisi administrasi maupun akses informasi, agar proses transisi menuju bangku perkuliahan berjalan lancar,” ujar Mardan saat tiba di Kendari usai menerima KMA tersebut.

Selain kesiapan internal, pihak yayasan juga memastikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah melalui program UKT Setara tetap menjadi prioritas utama. Marda menjelaskan bahwa kehadiran program bantuan biaya pendidikan dari Pemkab Konawe Selatan akan sangat membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, terutama bagi keluarga yang kurang mampu namun memiliki semangat belajar tinggi. 

Beliau menuturkan bahwa pihak kampus akan terus melakukan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah menengah agar informasi mengenai beasiswa dan keunggulan prodi baru ini tersampaikan secara merata ke pelosok daerah. Ketua Yayasan juga memberikan penekanan khusus pada kualitas lulusan yang ingin dicapai oleh IAI Rawa Aopa di masa depan. 

Beliau menyatakan bahwa target utama institusi bukan sekadar menjaring kuantitas mahasiswa yang banyak, melainkan mencetak kader-kader intelektual yang memiliki integritas moral dan keahlian profesional di bidang ekonomi Islam. “Penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa putra-putri daerah tidak perlu jauh-jauh keluar kota demi mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel dan terakreditasi,” tegas Mardan.

Lebih lanjut, Mardan menambahkan bahwa seluruh fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kelas telah direvitalisasi untuk menyambut mahasiswa angkatan pertama Prodi Ekonomi Syariah. Beliau menyampaikan rasa optimisnya bahwa antusiasme masyarakat akan sangat tinggi mengingat prodi ini memiliki prospek kerja yang luas di sektor perbankan dan industri kreatif syariah. “Kami mengundang seluruh generasi muda Konawe Selatan untuk menjadi bagian dari sejarah baru ini dan bersama-sama membangun daerah melalui ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” pungkasnya menutup pernyataan.

Langkah penguatan akademik ini berjalan selaras dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Teranyar, Pemkab Konsel kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026. Prosesi penandatanganan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada Selasa, 24 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala BKAD Marwiyah Tombili. Dalam agenda tersebut, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 universitas dan sekolah tinggi mitra yang menyepakati kelanjutan program bantuan biaya pendidikan tersebut. 

Kerja sama ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Konawe Selatan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menekankan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban finansial mahasiswa. 

Ia menyatakan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan setara untuk mengenyam pendidikan tinggi demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, addendum ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Konawe Selatan.

Melalui sinergi antara izin program studi baru di IAI Rawa Aopa dan dukungan finansial melalui program UKT Setara dari Pemkab Konsel, diharapkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara akan mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah daerah optimistis bahwa kolaborasi erat dengan perguruan tinggi mitra akan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat di masa mendatang.

Tarawih (ISW)

Menyonsong Penerimaaan Mahasiswa Baru, Prodi HTN Siapkan Beasiswa Thafidz

Syariahrawaaopa.ac.id, Andoolo – Di sela-sela berbuka puasa di kampus Andoolo, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara dan Wakil Rektor II, menyampaikan rencana untuk mengalokasikan beasiswa tahfidz, Ahad, 1 Maret 2026.

Usai berbuka puasa, dibahas terkait dengan beasiswa tersebut. Bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan di tahun akadmeik 2026/2027 yang akan datang, disediakan beasiswa tahfidz dengan turut menjadi pengampu kegiatan baca tulis Alquran bagi desa sekitar kampus.

Di sekitar kampus terdapat tiga desa, yaitu desa Sandarsih Jaya, Teteasa, dan Puuroe. Ketiga desa ini, akan menjadi desa mitra dalam kaitan penyediaan sarana baca tulis Alquran.

Amaliah Ramadhan (ISW)

Prodi HTN IAI Rawa Aopa, Jalin Kerjasama Dengan Al Washliyah Laksanakan Safari Ramadhan

Rawaaopakonsel.acid, Potoro – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat jejaring sosial dan keagamaan melalui kolaborasi strategis. Kali ini, IAI Rawa Aopa bersama-sama dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara dalam agenda Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Kamis, 26 Februari 2026).

Kegiatan ini selain Ketua Program Studi HTN, Suriansyah, M.H., juga turut hadir hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jamaah dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk pengabdian masyarakat di bulan suci.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan penguatan spiritualitas di tengah masyarakat. Menurutnya, Safari Ramadhan sebagai upaya menyemarakkan Ramadhan. Juga menjadi jembatan untuk mendengar langsung aspirasi warga serta memperkokoh ukhuwah islamiyah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan syiar Islam yang berdampingan dengan pengembangan keilmuan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Prodi HTN di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa hukum tata negara juga memiliki peran penting dalam mengatur tatanan sosial yang harmonis dan religius. Ia berharap melalui momentum Ramadhan ini, kerjasama dengan Al Washliyah dapat terus berlanjut dalam program-program pemberdayaan umat lainnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan “Kegiatan Safari Ramadhan ini adalah wujud implementasi pengabdian masyarakat yang menjadi pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Rawa Aopa,” tegasnya di hadapan jamaah yang juga dihadiri Kepala Kelurahan Potoro. 

Ia juga menambahkan, “Kami memilih berkolaborasi dengan Al Washliyah karena memiliki visi yang sama dalam merawat tradisi keislaman dan mencerdaskan kehidupan bangsa.” Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan optimisme, “Semoga kehadiran kami di Masjid Al Hidayah ini mampu mempererat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kemajuan Konawe Selatan.”

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara delegasi kampus, pengurus Al Washliyah, dan pengurus Masjid Al Hidayah mengenai rencana pengembangan dakwah dan pendidikan di wilayah Potoro dan sekitarnya.