Bakti Sosial (ISW)

Sambut Idul Adha 1447 H, HMJ HTN Rencanakan Bakti Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menyambut momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar aksi kepedulian sosial. Kegiatan ini diwujudkan melalui bakti sosial penyembelihan satu ekor kambing yang dagingnya langsung didistribusikan kepada warga di sekitar lingkungan kampus dan titik yang telah ditentukan oleh pengurus HMJ HTN.

Langkah ini sengaja dikemas dalam bentuk bakti sosial untuk menjaga kebersamaan.. Melalui format bakti sosial, seluruh civitas akademika dan mahasiswa dapat bergerak bersama secara kolektif untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat luas.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang saat ini berada di Jakarta (Ahad, 17 Mei 2026) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif responsif yang ditunjukkan oleh para mahasiswa tersebut. Beliau menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata dari pengabdian masyarakat yang lahir dari kepedulian mahasiswa. 

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kampus harus selalu hadir di tengah-tengah problematik dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Lebih lanjut, beliau mengutarakan harapannya agar kolaborasi kemanusiaan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda tahunan yang konsisten.

Pihak rektorat menilai bahwa langkah taktis yang diambil oleh HMJ HTN dalam memilih skema bakti sosial adalah keputusan yang sangat bijak dan inklusif. Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Melalui format bakti sosial ini, kita bisa melebur sekat birokrasi dan fokus pada esensi kemanusiaan serta kebersamaan yang ingin dicapai.” 

Beliau juga menambahkan, “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjalin soliditas yang kuat antara masyarakat dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa secara langsung di lapangan.” Pada akhir penyataannya, beliau menekankan, “Kami sangat mendukung penuh kemandirian pengurus HMJ HTN dalam menentukan lokasi distribusi agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.”

Penentuan lokasi penyembelihan dan pemetaan warga penerima manfaat sepenuhnya diamanahkan kepada pengurus HMJ HTN IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa dapat belajar mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan di sekitar Konawe Selatan, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan manajerial mereka dalam mengelola kegiatan kemasyarakatan.

Melalui sinergi ini, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah tahunan, melainkan juga sebagai jembatan silaturahmi yang hidup. Kehadiran mahasiswa Hukum Tata Negara di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif, mempererat hubungan emosional, serta menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan yang kontributif dan menyatu dengan denyut kehidupan warga.

Jimly (ISW)

Rangkaian Perayaan 70 Tahun Prof Jimly Asshiddiqie, Fakultas Syariah IAI Rawa Aopa Usulkan Diskusi Nasional terkait Penguatan Etika Bernegara

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Momentum hari lahir ke-70 Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008, Prof. Jimly Asshiddiqie, menjadi panggung refleksi mendalam bagi arah ketatanegaraan Indonesia. Perayaan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) ini tidak sekadar seremoni usia, namun ditandai dengan peluncuran 12 buku yang memotret perjalanan intelektual dan dedikasi sang maestro konstitusi bagi Ibu Pertiwi. 

Di antara karya yang diluncurkan, buku berjudul ‘70 Tahun Wawasan Prof. Jimly Melewati Bangsanya’ dan ‘Maestro Pengawal Konstitusi 70 Tahun Jejak Perjuangan Jimly Asshiddiqie’ menjadi sorotan utama sebagai rangkuman pemikiran hukum yang telah melampaui zamannya. Dalam pidato sambutannya, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia tersebut menekankan bahwa tantangan krusial bangsa saat ini terletak pada pembangunan etika bernegara. 

Prof. Jimly menyoroti kecenderungan praktik ketatanegaraan yang selama ini terlalu terpaku pada aspek legal-formal. Ia mendorong transformasi fundamental agar Indonesia tidak hanya mengembangkan constitutional law, tetapi juga merambah ke ranah constitutional ethics

Menurutnya, sistem hukum hanya mampu memilah antara benar dan salah, sementara etika mampu menyentuh dimensi yang lebih dalam, yakni baik dan buruk. Beliau menegaskan bahwa tidak semua yang benar secara hukum otomatis mengandung kebaikan, sehingga cara berpikir bernegara yang ideal adalah memadukan ketepatan hukum dengan keluhuran etika.

Menanggapi gagasan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan dukungan penuh melalui usulan diskursus berskala nasional. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa pemikiran Prof. Jimly mengenai etika konstitusi merupakan jawaban atas kegelisahan akademik terkait degradasi nilai dalam praktik kekuasaan saat ini. 

“Kami di IAI Rawa Aopa memandang gagasan Prof. Jimly bukan sekadar wacana, melainkan kompas moral yang harus segera diinternalisasi ke dalam kurikulum pendidikan tinggi hukum dan syariah,” ujar Ismail saat memberikan tanggapannya. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan melalui Fakultas Syariah berkomitmen untuk menjadi motor penggerak dalam mendalami kaitan antara etika agama dan etika bernegara sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi sang profesor. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa sebagai tindak lanjut dari perayaan 70 tahun ini, pihaknya tengah merancang sebuah seminar nasional yang secara khusus akan mengupas tuntas urgensi constitutional ethics

Beliau menyampaikan “Perayaan ini adalah momentum emas bagi kami untuk mengusulkan diskusi nasional guna merumuskan penguatan etika bernegara yang lebih sistematis.” Menurut Ismail, sinkronisasi antara hukum dan etika akan menciptakan stabilitas pemerintahan yang lebih bermartabat. Ia berharap melalui diskusi yang melibatkan berbagai elemen bangsa, gagasan Prof. Jimly dapat bertransformasi menjadi kebijakan nyata yang memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya melihat keteladanan Prof. Jimly sebagai sosok yang konsisten menjaga integritas konstitusi selama puluhan tahun. Beliau berpendapat bahwa 12 buku yang diluncurkan harus menjadi rujukan wajib bagi para akademisi dan praktisi hukum di seluruh pelosok negeri. 

“Prof. Jimly telah mewariskan identitas intelektual yang sangat kaya, maka kewajiban kita adalah memastikan api pemikiran tersebut tetap menyala melalui diskusi-diskusi produktif di kampus,” tegas Ismail. Dengan adanya dorongan dari IAI Rawa Aopa ini, diharapkan wacana etika bernegara akan menjadi arus utama dalam dialektika hukum nasional ke depan.

Kekayaan Intelektual Sultan Hasanuddin (ISW)

Promosikan Kekayaan Intelektual Sulawesi Tenggara, Fakultas Syariah IAI Rawa Aopa Siap Mengikuti Celebes Summit

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam ajang Celebes Summit. Perhelatan yang mengintegrasikan aspek pendidikan dan kebudayaan ini direncanakan berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai simbol konektivitas dan gerbang informasi bagi masyarakat luas. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam agenda ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai kekayaan intelektual serta potensi budaya yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara di panggung regional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya serius dalam melakukan syiar akademik, usai memantau pelaksanaan PPL (Selsa, 12 Mei 2026). Menurutnya, Celebes Summit menjadi momentum yang tepat bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kontribusi nyatanya dalam melestarikan nilai-nilai lokal melalui pendekatan ilmiah. Kehadiran delegasi dari Fakultas Syariah diharapkan mampu memberi warna tersendiri dalam diskusi-diskusi intelektual yang akan digelar di lokasi strategis tersebut.

Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai pemilihan lokasi kegiatan yang dinilai sangat inovatif. “Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan hanya tempat perlintasan penumpang, tetapi kini bertransformasi menjadi ruang dialektika yang mempertemukan pemikiran akademis dengan realitas sosial budaya masyarakat,” ujar Ismail usai bertemu dengan jajaran dekan di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. 

Beliau menambahkan bahwa melalui platform ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset dan kekayaan intelektual dari Sulawesi Tenggara dapat diakses dan dikenal oleh publik yang lebih luas. “Kami berkomitmen untuk membawa identitas lokal ke level yang lebih tinggi agar literasi mengenai kekayaan Sulawesi Tenggara tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas saja,” tegasnya.

Dalam keterangannya lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa integrasi antara pendidikan dan kebudayaan merupakan kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tetap berpijak pada akar budaya setempat. Selain itu, Ismail memaparkan bahwa persiapan Fakultas Syariah sudah mencapai tahap matang guna menyongsong kegiatan yang dijadwalkan menjadi pusat perhatian para intelektual di Pulau Sulawesi tersebut. 

Terakhir, ia berharap agar sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga Bandara Sultan Hasanuddin bisa menjadi pusat edukasi yang inklusif bagi setiap pengunjung yang melintas. “Terima kasih kepada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah berkenan menjadi mitra,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang sukses menggelar Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation di akhir April lalu sebagai forum internasional yang mendatangkan pembicara Jepang dan Malaysia.

Kekayaan Intelektual (ISW)

IAI Rawa Aopa Rancang Program Akselerasi Kekayaan Intelektual dan Indikasi Geografis

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mematangkan rencana strategis untuk mengakselerasi perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dan Indikasi Geografis (IG) di wilayah Sulawesi Tenggara. Langkah ini diwujudkan melalui usulan kolaborasi intensif dengan Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara guna memastikan potensi lokal dan inovasi akademik mendapatkan pengakuan hukum yang kuat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam mengawal aset intelektual daerah usai memantau pelaksanaan PPL Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan Kanwil Kemenkumham Sultra adalah langkah krusial untuk menjembatani antara hasil riset perguruan tinggi dengan perlindungan hukum yang formal. 

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa fokus utama program ini mencakup pendampingan bagi masyarakat lokal dalam mengidentifikasi potensi Indikasi Geografis yang unik di Konawe Selatan. Ia juga menekankan bahwa “Akselerasi ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya konkret dalam meningkatkan nilai ekonomi berbasis komoditas dan kreativitas lokal.”

Dalam penjelasannya lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menguraikan pentingnya ekosistem inovasi yang terproteksi bagi para dosen dan peneliti. Beliau menuturkan bahwa “Kami berkomitmen untuk menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat inkubasi kekayaan intelektual yang mampu memberikan dampak luas bagi pembangunan regional.” 

Di sisi lain, ia juga menyoroti bahwa kesadaran akan hak cipta dan paten harus menjadi budaya di lingkungan kampus agar setiap karya yang lahir memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Ismail menambahkan, “Sinergi dengan Kementerian Hukum akan membuka pintu bagi percepatan pendaftaran merek kolektif dan hak paten yang selama ini sering kali terkendala oleh kurangnya pemahaman prosedural.”

Program akselerasi ini direncanakan akan mencakup serangkaian workshop teknis, klinik kekayaan intelektual, dan pemetaan potensi geografis yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan angka pendaftaran kekayaan intelektual dari sektor pendidikan dan pelaku usaha lokal dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. IAI Rawa Aopa optimis bahwa integrasi antara kebijakan pemerintah dan kepakaran akademik akan memperkuat posisi Sulawesi Tenggara dalam peta inovasi nasional.

Buka Puasa (ISW)

Sinergi Akademisi dan Polri: Prodi HTN IAI Rawa Aopa dan Polres Konsel Gelar Aksi Sosial serta Perkuat Solidaritas Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian. Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan pada Jumat, Maret 2026.

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional. 

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya. 

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial. Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret. 

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional. 

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berita Eksyar (ISW)

Dengan Dukungan UKT Setara Pemkab Konsel, IAI Rawa Aopa Buka Kuliah Ekonomi Syariah Dengan Beasiswa

Syariah.rawaaopakonsel.aci.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memperkuat kedudukannya sebagai lembaga pendidikan tinggi kredibel dengan menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1714 Tahun 2025 mengenai izin penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk jenjang Sarjana (S1). 

Penerimaan dokumen strategis tersebut dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, yang diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri. Kehadiran program studi baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi calon mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang ingin mendalami sektor ekonomi berbasis syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur penunjang dan sumber daya manusia telah disiagakan untuk melayani calon mahasiswa yang ingin bergabung di kampus hijau tersebut. Mardan menyampaikan bahwa pembukaan program studi baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan pasar kerja di Sulawesi Tenggara yang semakin dinamis. 

Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. “Kami telah menyiapkan skema pendaftaran yang memudahkan calon mahasiswa, baik dari sisi administrasi maupun akses informasi, agar proses transisi menuju bangku perkuliahan berjalan lancar,” ujar Mardan saat tiba di Kendari usai menerima KMA tersebut.

Selain kesiapan internal, pihak yayasan juga memastikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah melalui program UKT Setara tetap menjadi prioritas utama. Marda menjelaskan bahwa kehadiran program bantuan biaya pendidikan dari Pemkab Konawe Selatan akan sangat membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, terutama bagi keluarga yang kurang mampu namun memiliki semangat belajar tinggi. 

Beliau menuturkan bahwa pihak kampus akan terus melakukan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah menengah agar informasi mengenai beasiswa dan keunggulan prodi baru ini tersampaikan secara merata ke pelosok daerah. Ketua Yayasan juga memberikan penekanan khusus pada kualitas lulusan yang ingin dicapai oleh IAI Rawa Aopa di masa depan. 

Beliau menyatakan bahwa target utama institusi bukan sekadar menjaring kuantitas mahasiswa yang banyak, melainkan mencetak kader-kader intelektual yang memiliki integritas moral dan keahlian profesional di bidang ekonomi Islam. “Penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa putra-putri daerah tidak perlu jauh-jauh keluar kota demi mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel dan terakreditasi,” tegas Mardan.

Lebih lanjut, Mardan menambahkan bahwa seluruh fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kelas telah direvitalisasi untuk menyambut mahasiswa angkatan pertama Prodi Ekonomi Syariah. Beliau menyampaikan rasa optimisnya bahwa antusiasme masyarakat akan sangat tinggi mengingat prodi ini memiliki prospek kerja yang luas di sektor perbankan dan industri kreatif syariah. “Kami mengundang seluruh generasi muda Konawe Selatan untuk menjadi bagian dari sejarah baru ini dan bersama-sama membangun daerah melalui ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” pungkasnya menutup pernyataan.

Langkah penguatan akademik ini berjalan selaras dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Teranyar, Pemkab Konsel kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026. Prosesi penandatanganan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada Selasa, 24 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala BKAD Marwiyah Tombili. Dalam agenda tersebut, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 universitas dan sekolah tinggi mitra yang menyepakati kelanjutan program bantuan biaya pendidikan tersebut. 

Kerja sama ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Konawe Selatan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menekankan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban finansial mahasiswa. 

Ia menyatakan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan setara untuk mengenyam pendidikan tinggi demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, addendum ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Konawe Selatan.

Melalui sinergi antara izin program studi baru di IAI Rawa Aopa dan dukungan finansial melalui program UKT Setara dari Pemkab Konsel, diharapkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara akan mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah daerah optimistis bahwa kolaborasi erat dengan perguruan tinggi mitra akan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat di masa mendatang.

Tarawih (ISW)

Menyonsong Penerimaaan Mahasiswa Baru, Prodi HTN Siapkan Beasiswa Thafidz

Syariahrawaaopa.ac.id, Andoolo – Di sela-sela berbuka puasa di kampus Andoolo, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara dan Wakil Rektor II, menyampaikan rencana untuk mengalokasikan beasiswa tahfidz, Ahad, 1 Maret 2026.

Usai berbuka puasa, dibahas terkait dengan beasiswa tersebut. Bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan di tahun akadmeik 2026/2027 yang akan datang, disediakan beasiswa tahfidz dengan turut menjadi pengampu kegiatan baca tulis Alquran bagi desa sekitar kampus.

Di sekitar kampus terdapat tiga desa, yaitu desa Sandarsih Jaya, Teteasa, dan Puuroe. Ketiga desa ini, akan menjadi desa mitra dalam kaitan penyediaan sarana baca tulis Alquran.