Wisuda (ISW)

Klarifikasi Resmi atas Informasi Tidak Benar Terkait Pelaksanaan Wisuda IAI Rawa Aopa

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait pelaksanaan wisuda Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa pada tanggal 10 Juni 2026, yang menyebutkan bahwa para wisudawan merupakan mahasiswa yang tidak pernah mengikuti aktivitas perkuliahan, pihak kampus dengan ini menyampaikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan menyesatkan.

Demikian disampaikan Dekan Program Studi Hukum, Aminudin, S.H., M.H, dalam pernyataan resminya melalui media ini (Kamis,11 Juni 2026), menegaskan bahwa seluruh peserta wisuda yang berjumlah 438 wisudawan dan wisudawati telah melalui tahapan akademik yang sah dan sesuai prosedur.

Tahapan tersebut meliputi proses pendaftaran, pengenalan budaya akademik kampus, kegiatan perkuliahan tatap muka, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga tahapan evaluasi akademik lainnya, sehingga dinyatakan lulus dan layak mengikuti prosesi wisuda,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aminudin menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa menjunjung tinggi dan taat pada regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, serta menjalankan sistem pembelajaran secara transparan tanpa adanya hal yang ditutup-tutupi. Adapun sistem pembelajaran yang diterapkan terdiri dari dua skema, yaitu:

Sistem Reguler, di mana mahasiswa mengikuti perkuliahan secara tatap muka mulai hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 WITA hingga selesai. Adapun, Sistem Hybrid, dengan jadwal perkuliahan tatap muka pada hari Sabtu dan Minggu, dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara langsung dengan kehadiran dosen pengampu dan mahasiswa, sesuai dengan standar akademik yang berlaku.

Sehubungan dengan beredarnya isu yang diduga disebarkan oleh oknum melalui akun Facebook atas nama Fikram Lepoz, pihak IAI Rawa Aopa melalui perwakilan tim hukum menegaskan akan segera mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun tersebut kepada pihak berwenang, dalam hal ini Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Demikian siaran pers ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. IAI Rawa Aopa mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,”tutupnya.

Laporan: Tim Redaksi Jurnalis Detik.

Berita ini telah tayang sebelumnya di: https://jurnalisdetik.com/klarifikasi-resmi-atas-informasi-tidak-benar-terkait-pelaksanaan-wisuda-iai-rawa-aopa/

Sentra Kekayaan Intelektual (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Sentra Kekayaan Intelektual untuk Akselerasi Riset Civitas Akademika

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmen bagi meningkatkan mutu kelembagaan dan kualitas riset di lingkungan perguruan tinggi. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui persiapan pendirian Sentra Kekayaan Intelektual (KI). 

Unit baru ini dirancang untuk menjadi wadah perlindungan hukum sekaligus komersialisasi atas seluruh hasil pemikiran, inovasi, dan karya ilmiah dari dosen maupun mahasiswa. Pengembangan kelembagaan ini diharapkan mampu membawa institusi bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 

Keberadaan Sentra Kekayaan Intelektual dinilai sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi ekosistem akademik modern.  Selama ini, hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun belum terproteksi secara hukum. 

Melalui sentra ini, seluruh proses pendaftaran hak cipta, paten, merek, hingga desain industri akan difasilitasi secara terpadu oleh kampus. Hal tersebut diproyeksikan akan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah yang memiliki legalitas formal kuat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola kampus yang inklusif. Beliau menyatakan bahwa lembaga tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading yang memproduksi teori tanpa perlindungan hukum yang jelas. 

Menurutnya, pendirian unit ini akan menjadi katalisator penting bagi peningkatan klasterisasi perguruan tinggi dalam bidang penelitian dan pengabdian. Pihak manajemen kampus pun telah mengalokasikan anggaran khusus serta menyiapkan skema insentif bagi sivitas akademika yang berhasil mendaftarkan karya mereka.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan pentingnya integrasi hasil riset dengan perlindungan hukum yang sistematis. “Kami mendirikan Sentra Kekayaan Intelektual ini sebagai wujud nyata komitmen kampus dalam melindungi setiap tetes keringat pemikiran akademis dosen dan mahasiswa,” ujar Ismail saat ditemui di sela-sela persiapan Istigasah Akbar 2026 jelang rangkaian Dies Natalis. 

Beliau menambahkan bahwa langkah ini juga menjadi fondasi penting untuk mendorong hilirisasi riset agar bisa diadopsi langsung oleh industri dan masyarakat luas. “Target kami tidak main-main, karena dalam tahun ini seluruh buku ajar, jurnal, dan produk inovasi komunitas akademik harus sudah memiliki hak cipta yang terdaftar resmi,” tegasnya optimis.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga memaparkan aspek operasional dan dampak jangka panjang dari keberadaan unit baru tersebut. Beliau menjelaskan secara tidak langsung bahwa Sentra Kekayaan Intelektual ini nantinya akan diintegrasikan dengan platform digital knowledge management yang sedang dikembangkan oleh kampus. 

Integrasi sistem ini bertujuan agar proses pengajuan dokumen ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan efisien. Disamping itu, beliau menerangkan pula bahwa unit ini akan aktif menyelenggarakan workshop serta pendampingan intensif bagi para dosen agar mampu mengubah laporan penelitian menjadi dokumen paten yang prospektif.

Manajemen institusi meyakini bahwa langkah strategis ini akan berdampak linear pada nilai akreditasi lembaga di masa depan. Berdirinya Sentra KI juga menjadi jawaban atas tantangan global di mana hasil inovasi perguruan tinggi dituntut untuk berkontribusi langsung pada pembangunan daerah. 

Melalui regulasi yang matang dan dukungan penuh dari yayasan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis sentra baru ini dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat. Seluruh sivitas akademika pun diimbau untuk mulai menginventarisasi karya-karya potensial mereka agar segera mendapatkan proteksi hukum.

Seminar (ISW)

Announcing the International Seminar on Law in Southeast Asia, 21-22 December 2026

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are pleased to announce the upcoming International Seminar on Law in Southeast Asia, scheduled to take place in the vibrant cultural and economic hub of Ho Chi Minh City, Vietnam, from 21–22 December 2026. The seminar will be hosted in collaboration three higher education institutions, they are Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (Indonesia), Universitas Muhammadiyah Barru (Indonesia), and Ho Chi Minh City University of Law (Vietnam).

This year’s seminar centers around a compelling and highly relevant theme: “The Interdisciplinary Language and Law: Understanding South Asia Landscape.”

As regional (Southeast Asia) academic legal frameworks become increasingly interconnected, understanding the profound intersection between language, socio-legal traditions, and regional developments is crucial. This seminar aims to bridge these disciplines, offering a collaborative platform for academics, researchers, legal practitioners, and policymakers to exchange insights, explore evolving regional landscapes, and foster cross-border academic synergy.

Event Highlights:

  • Dates: 21–22 December 2026
  • Location: Ho Chi Minh City, Vietnam
  • Theme: The Interdisciplinary Language and Law: Understanding South Asia Landscape
  • Official Website: syariah.rawaaopakonsel.ac.id

We welcome scholars and experts from across Southeast Asia and beyond to participate in these critical dialogues and contribute to shaping the future of interdisciplinary legal studies.

HMJ HTN (ISW)

HMJ Hukum Tata Negara Usai Didaftarkan ke Kesbangpol Kab Kopnawe Selatan, Laksanakan Bakti Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro -Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan satu ekor kambing kepada masyarakat Kelurahan Potoro dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Penyerahan hewan kurban tersebut merupakan bagian dari program sosial kemahasiswaan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi teman-teman mahasiswa kepada masyarakat.

“Momentum Idul Adha merupakan waktu yang tepat untuk saling berbagi dan memperkuat rasa solidaritas antar sesama. Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kelurahan Potoro,” ujarnya kepada media ini, Rabu (27/05/26).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum HMJ-HTN, Yusdar. Ia menuturkan bahwa Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, khususnya di lingkungan mahasiswa Hukum Tata Negara,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa. Suriyansyah, S.Sos.I.,M.H turut memberikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan oleh mahasiswa.

Ia menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai akademik dan sosial yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa HMJ-HTN yang telah menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Ini adalah contoh positif yang patut dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Bakti Sosial (ISW)

Sambut Idul Adha 1447 H, HMJ HTN Rencanakan Bakti Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menyambut momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar aksi kepedulian sosial. Kegiatan ini diwujudkan melalui bakti sosial penyembelihan satu ekor kambing yang dagingnya langsung didistribusikan kepada warga di sekitar lingkungan kampus dan titik yang telah ditentukan oleh pengurus HMJ HTN.

Langkah ini sengaja dikemas dalam bentuk bakti sosial untuk menjaga kebersamaan.. Melalui format bakti sosial, seluruh civitas akademika dan mahasiswa dapat bergerak bersama secara kolektif untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat luas.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang saat ini berada di Jakarta (Ahad, 17 Mei 2026) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif responsif yang ditunjukkan oleh para mahasiswa tersebut. Beliau menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata dari pengabdian masyarakat yang lahir dari kepedulian mahasiswa. 

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kampus harus selalu hadir di tengah-tengah problematik dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Lebih lanjut, beliau mengutarakan harapannya agar kolaborasi kemanusiaan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda tahunan yang konsisten.

Pihak rektorat menilai bahwa langkah taktis yang diambil oleh HMJ HTN dalam memilih skema bakti sosial adalah keputusan yang sangat bijak dan inklusif. Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Melalui format bakti sosial ini, kita bisa melebur sekat birokrasi dan fokus pada esensi kemanusiaan serta kebersamaan yang ingin dicapai.” 

Beliau juga menambahkan, “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjalin soliditas yang kuat antara masyarakat dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa secara langsung di lapangan.” Pada akhir penyataannya, beliau menekankan, “Kami sangat mendukung penuh kemandirian pengurus HMJ HTN dalam menentukan lokasi distribusi agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.”

Penentuan lokasi penyembelihan dan pemetaan warga penerima manfaat sepenuhnya diamanahkan kepada pengurus HMJ HTN IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa dapat belajar mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan di sekitar Konawe Selatan, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan manajerial mereka dalam mengelola kegiatan kemasyarakatan.

Melalui sinergi ini, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah tahunan, melainkan juga sebagai jembatan silaturahmi yang hidup. Kehadiran mahasiswa Hukum Tata Negara di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif, mempererat hubungan emosional, serta menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan yang kontributif dan menyatu dengan denyut kehidupan warga.

Sakinah (ISW)

Penguatan Prodi Ekonomi Syariah, Ikut Serta Dalam Penguatan Literasi Keuangan Syariah berbasis Tri Dharma

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Dalam upaya nyata mendongkrak literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa membangun kolaborasi strategis bersama Sakinah Finance. Sinergi ini dikukuhkan dalam perhelatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi 2026 bertajuk “Integrating Islamic Financial Literacy, Research Excellence, and Community Service” yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ekosistem akademik berbasis nilai-nilai Islam, IAI Rawa Aopa turut ambil bagian dalam momentum krusial ini. Kehadiran IAI Rawa Aopa berfokus pada implementasi tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang diintegrasikan dengan pendekatan perencanaan keuangan syariah ala Sakinah Finance.

Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, menggarisbawahi bahwa kondisi literasi keuangan syariah nasional saat ini masih memerlukan perhatian serius dari dunia akademik.

“Kami berharap workshop ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi institusi pendidikan untuk membangun program yang lebih aplikatif dan berdampak — terutama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah dari 43 persen dan inklusi keuangan syariah dari 13 persen,” ujar Murniati.

Merespons tantangan tersebut, keterlibatan aktif IAI Rawa Aopa diharapkan mampu melahirkan jejaring riset baru, kolaborasi pengabdian masyarakat lintas institusi, serta penguatan kurikulum literasi keuangan syariah yang lebih membumi di lingkungan kampus.

Workshop dua hari ini diikuti oleh lebih dari 100 dosen, peneliti, praktisi, dan pimpinan institusi pendidikan dari seluruh Indonesia. Acara ini juga menghadirkan pembicara internasional terkemuka, Ryan M. Calder (Director Program of Islamic Studies, Johns Hopkins University, USA), serta dibuka langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin.

Sebagai puncak dari komitmen bersama, dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) formal antara Sakinah Finance, AFSI, IFPA, Kitabisa, dan QS399 dengan 42 perguruan tinggi mitra dari seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya IAI Rawa Aopa. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mewakili perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kita Bisa.

Melalui kerja sama ini, IAI Rawa Aopa dan Sakinah Finance siap bergerak bersama mengikis kesenjangan literasi keuangan syariah melalui program-program berbasis pendidikan, publikasi ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat yang konkret dan berkelanjutan.

Jimly (ISW)

Rangkaian Perayaan 70 Tahun Prof Jimly Asshiddiqie, Fakultas Syariah IAI Rawa Aopa Usulkan Diskusi Nasional terkait Penguatan Etika Bernegara

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Momentum hari lahir ke-70 Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008, Prof. Jimly Asshiddiqie, menjadi panggung refleksi mendalam bagi arah ketatanegaraan Indonesia. Perayaan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) ini tidak sekadar seremoni usia, namun ditandai dengan peluncuran 12 buku yang memotret perjalanan intelektual dan dedikasi sang maestro konstitusi bagi Ibu Pertiwi. 

Di antara karya yang diluncurkan, buku berjudul ‘70 Tahun Wawasan Prof. Jimly Melewati Bangsanya’ dan ‘Maestro Pengawal Konstitusi 70 Tahun Jejak Perjuangan Jimly Asshiddiqie’ menjadi sorotan utama sebagai rangkuman pemikiran hukum yang telah melampaui zamannya. Dalam pidato sambutannya, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia tersebut menekankan bahwa tantangan krusial bangsa saat ini terletak pada pembangunan etika bernegara. 

Prof. Jimly menyoroti kecenderungan praktik ketatanegaraan yang selama ini terlalu terpaku pada aspek legal-formal. Ia mendorong transformasi fundamental agar Indonesia tidak hanya mengembangkan constitutional law, tetapi juga merambah ke ranah constitutional ethics

Menurutnya, sistem hukum hanya mampu memilah antara benar dan salah, sementara etika mampu menyentuh dimensi yang lebih dalam, yakni baik dan buruk. Beliau menegaskan bahwa tidak semua yang benar secara hukum otomatis mengandung kebaikan, sehingga cara berpikir bernegara yang ideal adalah memadukan ketepatan hukum dengan keluhuran etika.

Menanggapi gagasan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan dukungan penuh melalui usulan diskursus berskala nasional. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa pemikiran Prof. Jimly mengenai etika konstitusi merupakan jawaban atas kegelisahan akademik terkait degradasi nilai dalam praktik kekuasaan saat ini. 

“Kami di IAI Rawa Aopa memandang gagasan Prof. Jimly bukan sekadar wacana, melainkan kompas moral yang harus segera diinternalisasi ke dalam kurikulum pendidikan tinggi hukum dan syariah,” ujar Ismail saat memberikan tanggapannya. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan melalui Fakultas Syariah berkomitmen untuk menjadi motor penggerak dalam mendalami kaitan antara etika agama dan etika bernegara sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi sang profesor. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa sebagai tindak lanjut dari perayaan 70 tahun ini, pihaknya tengah merancang sebuah seminar nasional yang secara khusus akan mengupas tuntas urgensi constitutional ethics

Beliau menyampaikan “Perayaan ini adalah momentum emas bagi kami untuk mengusulkan diskusi nasional guna merumuskan penguatan etika bernegara yang lebih sistematis.” Menurut Ismail, sinkronisasi antara hukum dan etika akan menciptakan stabilitas pemerintahan yang lebih bermartabat. Ia berharap melalui diskusi yang melibatkan berbagai elemen bangsa, gagasan Prof. Jimly dapat bertransformasi menjadi kebijakan nyata yang memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya melihat keteladanan Prof. Jimly sebagai sosok yang konsisten menjaga integritas konstitusi selama puluhan tahun. Beliau berpendapat bahwa 12 buku yang diluncurkan harus menjadi rujukan wajib bagi para akademisi dan praktisi hukum di seluruh pelosok negeri. 

“Prof. Jimly telah mewariskan identitas intelektual yang sangat kaya, maka kewajiban kita adalah memastikan api pemikiran tersebut tetap menyala melalui diskusi-diskusi produktif di kampus,” tegas Ismail. Dengan adanya dorongan dari IAI Rawa Aopa ini, diharapkan wacana etika bernegara akan menjadi arus utama dalam dialektika hukum nasional ke depan.

Kekayaan Intelektual Sultan Hasanuddin (ISW)

Promosikan Kekayaan Intelektual Sulawesi Tenggara, Fakultas Syariah IAI Rawa Aopa Siap Mengikuti Celebes Summit

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam ajang Celebes Summit. Perhelatan yang mengintegrasikan aspek pendidikan dan kebudayaan ini direncanakan berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai simbol konektivitas dan gerbang informasi bagi masyarakat luas. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam agenda ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai kekayaan intelektual serta potensi budaya yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara di panggung regional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya serius dalam melakukan syiar akademik, usai memantau pelaksanaan PPL (Selsa, 12 Mei 2026). Menurutnya, Celebes Summit menjadi momentum yang tepat bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kontribusi nyatanya dalam melestarikan nilai-nilai lokal melalui pendekatan ilmiah. Kehadiran delegasi dari Fakultas Syariah diharapkan mampu memberi warna tersendiri dalam diskusi-diskusi intelektual yang akan digelar di lokasi strategis tersebut.

Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai pemilihan lokasi kegiatan yang dinilai sangat inovatif. “Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan hanya tempat perlintasan penumpang, tetapi kini bertransformasi menjadi ruang dialektika yang mempertemukan pemikiran akademis dengan realitas sosial budaya masyarakat,” ujar Ismail usai bertemu dengan jajaran dekan di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. 

Beliau menambahkan bahwa melalui platform ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset dan kekayaan intelektual dari Sulawesi Tenggara dapat diakses dan dikenal oleh publik yang lebih luas. “Kami berkomitmen untuk membawa identitas lokal ke level yang lebih tinggi agar literasi mengenai kekayaan Sulawesi Tenggara tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas saja,” tegasnya.

Dalam keterangannya lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa integrasi antara pendidikan dan kebudayaan merupakan kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tetap berpijak pada akar budaya setempat. Selain itu, Ismail memaparkan bahwa persiapan Fakultas Syariah sudah mencapai tahap matang guna menyongsong kegiatan yang dijadwalkan menjadi pusat perhatian para intelektual di Pulau Sulawesi tersebut. 

Terakhir, ia berharap agar sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga Bandara Sultan Hasanuddin bisa menjadi pusat edukasi yang inklusif bagi setiap pengunjung yang melintas. “Terima kasih kepada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah berkenan menjadi mitra,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang sukses menggelar Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation di akhir April lalu sebagai forum internasional yang mendatangkan pembicara Jepang dan Malaysia.

Kekayaan Intelektual (ISW)

IAI Rawa Aopa Rancang Program Akselerasi Kekayaan Intelektual dan Indikasi Geografis

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mematangkan rencana strategis untuk mengakselerasi perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dan Indikasi Geografis (IG) di wilayah Sulawesi Tenggara. Langkah ini diwujudkan melalui usulan kolaborasi intensif dengan Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara guna memastikan potensi lokal dan inovasi akademik mendapatkan pengakuan hukum yang kuat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam mengawal aset intelektual daerah usai memantau pelaksanaan PPL Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan Kanwil Kemenkumham Sultra adalah langkah krusial untuk menjembatani antara hasil riset perguruan tinggi dengan perlindungan hukum yang formal. 

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa fokus utama program ini mencakup pendampingan bagi masyarakat lokal dalam mengidentifikasi potensi Indikasi Geografis yang unik di Konawe Selatan. Ia juga menekankan bahwa “Akselerasi ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya konkret dalam meningkatkan nilai ekonomi berbasis komoditas dan kreativitas lokal.”

Dalam penjelasannya lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menguraikan pentingnya ekosistem inovasi yang terproteksi bagi para dosen dan peneliti. Beliau menuturkan bahwa “Kami berkomitmen untuk menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat inkubasi kekayaan intelektual yang mampu memberikan dampak luas bagi pembangunan regional.” 

Di sisi lain, ia juga menyoroti bahwa kesadaran akan hak cipta dan paten harus menjadi budaya di lingkungan kampus agar setiap karya yang lahir memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Ismail menambahkan, “Sinergi dengan Kementerian Hukum akan membuka pintu bagi percepatan pendaftaran merek kolektif dan hak paten yang selama ini sering kali terkendala oleh kurangnya pemahaman prosedural.”

Program akselerasi ini direncanakan akan mencakup serangkaian workshop teknis, klinik kekayaan intelektual, dan pemetaan potensi geografis yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan angka pendaftaran kekayaan intelektual dari sektor pendidikan dan pelaku usaha lokal dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. IAI Rawa Aopa optimis bahwa integrasi antara kebijakan pemerintah dan kepakaran akademik akan memperkuat posisi Sulawesi Tenggara dalam peta inovasi nasional.

Buka Puasa (ISW)

Sinergi Akademisi dan Polri: Prodi HTN IAI Rawa Aopa dan Polres Konsel Gelar Aksi Sosial serta Perkuat Solidaritas Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian. Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan pada Jumat, Maret 2026.

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional. 

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya. 

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial. Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret. 

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional. 

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.