Semiloka (ISW)

Sinergi 7 Kampus Kampus Lintas Pulau: Sukses Gelar Semiloka Nasional di Makassar untuk Mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sebanyak tujuh perguruan tinggi lintas provinsi dan lintas pulau menyatukan sinergi dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Kemitraan Perguruan Tinggi yang digelar di Makassar pada 16–17 Juni 2026. Forum strategis ini berhasil diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam memetakan potensi kegiatan kolaboratif untuk satu semester ke depan.

Kegiatan akbar ini diinisiasi dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan, di mana setiap institusi berkomitmen untuk saling memperkuat satu sama lain demi mencapai predikat perguruan tinggi unggul. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum krusial bagi perguruan tinggi daerah untuk melompat lebih tinggi. 

Menurutnya, era kompetisi yang kaku sudah harus digantikan dengan era kerja sama yang inklusif demi kemajuan bersama. “Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri di tengah tuntutan global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas pulau ini adalah kunci untuk saling melengkapi kekurangan dan melejitkan potensi yang kita miliki,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Selama dua hari pelaksanaan, delegasi dari tujuh kampus secara intensif menyusun cetak biru (blueprint) program kerja bersama. Ismail menjelaskan bahwa pertemuan di Makassar ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, melainkan langsung menghasilkan rencana aksi nyata yang akan dieksekusi sepanjang enam bulan ke depan.

Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam satu semester mendatang adalah pertukaran dosen, kolaborasi riset nasional, hingga pengabdian masyarakat berbasis lintas budaya. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

“Kami berkumpul di sini dengan target yang jelas. Pertemuan ini berhasil memetakan agenda kerja konkret untuk satu semester ke depan, sehingga setelah dari Makassar, kita langsung tancap gas beraksi,” tegas Ismail.

Semiloka ini menjadi bukti nyata bahwa sekat geografis bukan lagi penghalang untuk maju bersama. Melalui pembagian sumber daya dan keahlian antar-perguruan tinggi, akselerasi mutu pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih merata.

“Begitu pula dengan perluasan akses pendidikan tinggi di penjuru Indonesia,” tutur Ismail usai kegiatan.

Ismail menegaskan bahwa muara dari seluruh rangkaian kerja sama lintas provinsi ini adalah peningkatan akreditasi dan kapasitas institusi menuju kampus yang unggul. Ia meyakini, dengan saling menopang, perguruan tinggi yang berada di daerah pun mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Tujuan akhir kita sangat jelas, yaitu penguatan kapasitas bersama guna melahirkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya optimis.

FGD (ISW)

Perkuat Riset Global, IAI Rawa Aopa Diundang BINUS University Gelar Pertemuan Strategis Bersama Pakar Ekonomi USIM

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Upaya akselerasi mutu akademik dan penguatan ekosistem riset internasional terus dipacu oleh perguruan tinggi di Indonesia. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pertemuan strategis bersama Faculty Member Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung di BINUS University Kampus Anggrek, Jl. Raya Kebon Jeruk No. 27, Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (17 Juni 2026).

Kegiatan akademis tersebut menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Hasnah Hj. Haron, seorang Research Consultant dari Faculty of Economics and Muamalat USIM, Malaysia. Kehadiran pakar ekonomi syariah ini menjadi magnet bagi para akademisi untuk membedah strategi publikasi global serta memperluas jejaring riset di kawasan Asia Tenggara.

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut mengambil peran penting dalam forum internasional ini. Sebagai institusi yang tengah berkembang, IAI Rawa Aopa membawa modal rekam jejak yang kuat, khususnya dalam pengalaman keberhasilan pengelolaan penerbitan buku yang sukses terindeks di database bereputasi global, Scopus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., turut hadir secara online (daring) untuk mengawal jalannya pertemuan penting tersebut. Kehadiran beliau dalam forum ini sekaligus menegaskan kedekatan hubungan akademis yang telah terjalin lama, di mana Ismail selama ini bertindak sebagai learning partner bagi BINUS University. Rekam jejak kolaborasinya mencakup kepercayaan yang diberikan oleh BINUS kepada dirinya untuk duduk sebagai komite saintifik dalam berbagai konferensi ilmiah, hingga keterlibatannya dalam program learning development bagi pengembangan kapasitas staf di lingkungan BINUS University.

Dalam pemaparannya secara virtual, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kehadiran institusinya dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membawa iklim akademik lokal ke panggung dunia. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi lintas institusi dan negara sudah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mengejar ketertinggalan publikasi ilmiah di tingkat global.

“Kami hadir dengan memenuhi undangan BINUS Kampus Anggrek membawa misi besar untuk menyerap praktik terbaik dari USIM sekaligus menawarkan kolaborasi taktis yang saling menguatkan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam paparannya melalui kehadiran daring.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pengalaman kolaborasi BINUS University dengan IAI Rawa Aopa dalam mengawal pengelolaan buku hingga menembus indeksasi Scopus dapat menjadi pemantik diskusi yang produktif bersama Prof. Hasnah Haron dan tim peneliti USIM. Pihaknya meyakini bahwa manajemen pengetahuan yang kokoh dan kemitraan yang inklusif akan mempercepat pengakuan internasional terhadap karya-karya akademik dosen dalam negeri.

“Pengalaman kami dalam mengelola buku terindeks Scopus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersaing di level global jika dikelola dengan fokus, konsistensi, dan jejaring kemitraan yang kuat,” tambahnya.

Di akhir sesi, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini dapat melahirkan kerja sama riset yang konkret, khususnya di bidang ekonomi, muamalat, dan tata kelola kelembagaan. Ia berharap peran sinergisnya sebagai learning partner BINUS sekaligus pimpinan IAI Rawa Aopa dapat mempercepat implementasi draf riset bersama dan program joint publication yang berdampak langsung pada nilai akreditasi kedua lembaga.

“Pertemuan dengan Prof. Hasnah hari ini harus segera kita konversikan menjadi langkah nyata, baik dalam penguatan komite saintifik konferensi maupun program pengembangan staf yang berkelanjutan,” pungkas Ismail. Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi diskusi terbatas mengenai peluang kolaborasi pengelolaan konferensi, serta fasilitasi riset di masa mendatang.

Wisuda (ISW)

Klarifikasi Resmi atas Informasi Tidak Benar Terkait Pelaksanaan Wisuda IAI Rawa Aopa

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait pelaksanaan wisuda Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa pada tanggal 10 Juni 2026, yang menyebutkan bahwa para wisudawan merupakan mahasiswa yang tidak pernah mengikuti aktivitas perkuliahan, pihak kampus dengan ini menyampaikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan menyesatkan.

Demikian disampaikan Dekan Program Studi Hukum, Aminudin, S.H., M.H, dalam pernyataan resminya melalui media ini (Kamis,11 Juni 2026), menegaskan bahwa seluruh peserta wisuda yang berjumlah 438 wisudawan dan wisudawati telah melalui tahapan akademik yang sah dan sesuai prosedur.

Tahapan tersebut meliputi proses pendaftaran, pengenalan budaya akademik kampus, kegiatan perkuliahan tatap muka, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga tahapan evaluasi akademik lainnya, sehingga dinyatakan lulus dan layak mengikuti prosesi wisuda,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aminudin menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa menjunjung tinggi dan taat pada regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, serta menjalankan sistem pembelajaran secara transparan tanpa adanya hal yang ditutup-tutupi. Adapun sistem pembelajaran yang diterapkan terdiri dari dua skema, yaitu:

Sistem Reguler, di mana mahasiswa mengikuti perkuliahan secara tatap muka mulai hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 WITA hingga selesai. Adapun, Sistem Hybrid, dengan jadwal perkuliahan tatap muka pada hari Sabtu dan Minggu, dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara langsung dengan kehadiran dosen pengampu dan mahasiswa, sesuai dengan standar akademik yang berlaku.

Sehubungan dengan beredarnya isu yang diduga disebarkan oleh oknum melalui akun Facebook atas nama Fikram Lepoz, pihak IAI Rawa Aopa melalui perwakilan tim hukum menegaskan akan segera mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun tersebut kepada pihak berwenang, dalam hal ini Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Demikian siaran pers ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. IAI Rawa Aopa mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,”tutupnya.

Laporan: Tim Redaksi Jurnalis Detik.

Berita ini telah tayang sebelumnya di: https://jurnalisdetik.com/klarifikasi-resmi-atas-informasi-tidak-benar-terkait-pelaksanaan-wisuda-iai-rawa-aopa/

Sentra Kekayaan Intelektual (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Sentra Kekayaan Intelektual untuk Akselerasi Riset Civitas Akademika

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmen bagi meningkatkan mutu kelembagaan dan kualitas riset di lingkungan perguruan tinggi. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui persiapan pendirian Sentra Kekayaan Intelektual (KI). 

Unit baru ini dirancang untuk menjadi wadah perlindungan hukum sekaligus komersialisasi atas seluruh hasil pemikiran, inovasi, dan karya ilmiah dari dosen maupun mahasiswa. Pengembangan kelembagaan ini diharapkan mampu membawa institusi bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 

Keberadaan Sentra Kekayaan Intelektual dinilai sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi ekosistem akademik modern.  Selama ini, hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun belum terproteksi secara hukum. 

Melalui sentra ini, seluruh proses pendaftaran hak cipta, paten, merek, hingga desain industri akan difasilitasi secara terpadu oleh kampus. Hal tersebut diproyeksikan akan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah yang memiliki legalitas formal kuat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola kampus yang inklusif. Beliau menyatakan bahwa lembaga tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading yang memproduksi teori tanpa perlindungan hukum yang jelas. 

Menurutnya, pendirian unit ini akan menjadi katalisator penting bagi peningkatan klasterisasi perguruan tinggi dalam bidang penelitian dan pengabdian. Pihak manajemen kampus pun telah mengalokasikan anggaran khusus serta menyiapkan skema insentif bagi sivitas akademika yang berhasil mendaftarkan karya mereka.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan pentingnya integrasi hasil riset dengan perlindungan hukum yang sistematis. “Kami mendirikan Sentra Kekayaan Intelektual ini sebagai wujud nyata komitmen kampus dalam melindungi setiap tetes keringat pemikiran akademis dosen dan mahasiswa,” ujar Ismail saat ditemui di sela-sela persiapan Istigasah Akbar 2026 jelang rangkaian Dies Natalis. 

Beliau menambahkan bahwa langkah ini juga menjadi fondasi penting untuk mendorong hilirisasi riset agar bisa diadopsi langsung oleh industri dan masyarakat luas. “Target kami tidak main-main, karena dalam tahun ini seluruh buku ajar, jurnal, dan produk inovasi komunitas akademik harus sudah memiliki hak cipta yang terdaftar resmi,” tegasnya optimis.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga memaparkan aspek operasional dan dampak jangka panjang dari keberadaan unit baru tersebut. Beliau menjelaskan secara tidak langsung bahwa Sentra Kekayaan Intelektual ini nantinya akan diintegrasikan dengan platform digital knowledge management yang sedang dikembangkan oleh kampus. 

Integrasi sistem ini bertujuan agar proses pengajuan dokumen ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan efisien. Disamping itu, beliau menerangkan pula bahwa unit ini akan aktif menyelenggarakan workshop serta pendampingan intensif bagi para dosen agar mampu mengubah laporan penelitian menjadi dokumen paten yang prospektif.

Manajemen institusi meyakini bahwa langkah strategis ini akan berdampak linear pada nilai akreditasi lembaga di masa depan. Berdirinya Sentra KI juga menjadi jawaban atas tantangan global di mana hasil inovasi perguruan tinggi dituntut untuk berkontribusi langsung pada pembangunan daerah. 

Melalui regulasi yang matang dan dukungan penuh dari yayasan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis sentra baru ini dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat. Seluruh sivitas akademika pun diimbau untuk mulai menginventarisasi karya-karya potensial mereka agar segera mendapatkan proteksi hukum.

Seminar (ISW)

Announcing the International Seminar on Law in Southeast Asia, 21-22 December 2026

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are pleased to announce the upcoming International Seminar on Law in Southeast Asia, scheduled to take place in the vibrant cultural and economic hub of Ho Chi Minh City, Vietnam, from 21–22 December 2026. The seminar will be hosted in collaboration three higher education institutions, they are Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (Indonesia), Universitas Muhammadiyah Barru (Indonesia), and Ho Chi Minh City University of Law (Vietnam).

This year’s seminar centers around a compelling and highly relevant theme: “The Interdisciplinary Language and Law: Understanding South Asia Landscape.”

As regional (Southeast Asia) academic legal frameworks become increasingly interconnected, understanding the profound intersection between language, socio-legal traditions, and regional developments is crucial. This seminar aims to bridge these disciplines, offering a collaborative platform for academics, researchers, legal practitioners, and policymakers to exchange insights, explore evolving regional landscapes, and foster cross-border academic synergy.

Event Highlights:

  • Dates: 21–22 December 2026
  • Location: Ho Chi Minh City, Vietnam
  • Theme: The Interdisciplinary Language and Law: Understanding South Asia Landscape
  • Official Website: syariah.rawaaopakonsel.ac.id

We welcome scholars and experts from across Southeast Asia and beyond to participate in these critical dialogues and contribute to shaping the future of interdisciplinary legal studies.

HMJ HTN (ISW)

HMJ Hukum Tata Negara Usai Didaftarkan ke Kesbangpol Kab Kopnawe Selatan, Laksanakan Bakti Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro -Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan satu ekor kambing kepada masyarakat Kelurahan Potoro dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Penyerahan hewan kurban tersebut merupakan bagian dari program sosial kemahasiswaan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi teman-teman mahasiswa kepada masyarakat.

“Momentum Idul Adha merupakan waktu yang tepat untuk saling berbagi dan memperkuat rasa solidaritas antar sesama. Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kelurahan Potoro,” ujarnya kepada media ini, Rabu (27/05/26).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum HMJ-HTN, Yusdar. Ia menuturkan bahwa Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, khususnya di lingkungan mahasiswa Hukum Tata Negara,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa. Suriyansyah, S.Sos.I.,M.H turut memberikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan oleh mahasiswa.

Ia menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai akademik dan sosial yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa HMJ-HTN yang telah menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Ini adalah contoh positif yang patut dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Bakti Sosial (ISW)

Sambut Idul Adha 1447 H, HMJ HTN Rencanakan Bakti Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menyambut momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar aksi kepedulian sosial. Kegiatan ini diwujudkan melalui bakti sosial penyembelihan satu ekor kambing yang dagingnya langsung didistribusikan kepada warga di sekitar lingkungan kampus dan titik yang telah ditentukan oleh pengurus HMJ HTN.

Langkah ini sengaja dikemas dalam bentuk bakti sosial untuk menjaga kebersamaan.. Melalui format bakti sosial, seluruh civitas akademika dan mahasiswa dapat bergerak bersama secara kolektif untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat luas.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang saat ini berada di Jakarta (Ahad, 17 Mei 2026) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif responsif yang ditunjukkan oleh para mahasiswa tersebut. Beliau menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata dari pengabdian masyarakat yang lahir dari kepedulian mahasiswa. 

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kampus harus selalu hadir di tengah-tengah problematik dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Lebih lanjut, beliau mengutarakan harapannya agar kolaborasi kemanusiaan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda tahunan yang konsisten.

Pihak rektorat menilai bahwa langkah taktis yang diambil oleh HMJ HTN dalam memilih skema bakti sosial adalah keputusan yang sangat bijak dan inklusif. Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Melalui format bakti sosial ini, kita bisa melebur sekat birokrasi dan fokus pada esensi kemanusiaan serta kebersamaan yang ingin dicapai.” 

Beliau juga menambahkan, “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjalin soliditas yang kuat antara masyarakat dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa secara langsung di lapangan.” Pada akhir penyataannya, beliau menekankan, “Kami sangat mendukung penuh kemandirian pengurus HMJ HTN dalam menentukan lokasi distribusi agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.”

Penentuan lokasi penyembelihan dan pemetaan warga penerima manfaat sepenuhnya diamanahkan kepada pengurus HMJ HTN IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa dapat belajar mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan di sekitar Konawe Selatan, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan manajerial mereka dalam mengelola kegiatan kemasyarakatan.

Melalui sinergi ini, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah tahunan, melainkan juga sebagai jembatan silaturahmi yang hidup. Kehadiran mahasiswa Hukum Tata Negara di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif, mempererat hubungan emosional, serta menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan yang kontributif dan menyatu dengan denyut kehidupan warga.

Sakinah (ISW)

Penguatan Prodi Ekonomi Syariah, Ikut Serta Dalam Penguatan Literasi Keuangan Syariah berbasis Tri Dharma

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Dalam upaya nyata mendongkrak literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa membangun kolaborasi strategis bersama Sakinah Finance. Sinergi ini dikukuhkan dalam perhelatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi 2026 bertajuk “Integrating Islamic Financial Literacy, Research Excellence, and Community Service” yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ekosistem akademik berbasis nilai-nilai Islam, IAI Rawa Aopa turut ambil bagian dalam momentum krusial ini. Kehadiran IAI Rawa Aopa berfokus pada implementasi tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang diintegrasikan dengan pendekatan perencanaan keuangan syariah ala Sakinah Finance.

Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, menggarisbawahi bahwa kondisi literasi keuangan syariah nasional saat ini masih memerlukan perhatian serius dari dunia akademik.

“Kami berharap workshop ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi institusi pendidikan untuk membangun program yang lebih aplikatif dan berdampak — terutama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah dari 43 persen dan inklusi keuangan syariah dari 13 persen,” ujar Murniati.

Merespons tantangan tersebut, keterlibatan aktif IAI Rawa Aopa diharapkan mampu melahirkan jejaring riset baru, kolaborasi pengabdian masyarakat lintas institusi, serta penguatan kurikulum literasi keuangan syariah yang lebih membumi di lingkungan kampus.

Workshop dua hari ini diikuti oleh lebih dari 100 dosen, peneliti, praktisi, dan pimpinan institusi pendidikan dari seluruh Indonesia. Acara ini juga menghadirkan pembicara internasional terkemuka, Ryan M. Calder (Director Program of Islamic Studies, Johns Hopkins University, USA), serta dibuka langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin.

Sebagai puncak dari komitmen bersama, dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) formal antara Sakinah Finance, AFSI, IFPA, Kitabisa, dan QS399 dengan 42 perguruan tinggi mitra dari seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya IAI Rawa Aopa. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mewakili perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kita Bisa.

Melalui kerja sama ini, IAI Rawa Aopa dan Sakinah Finance siap bergerak bersama mengikis kesenjangan literasi keuangan syariah melalui program-program berbasis pendidikan, publikasi ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat yang konkret dan berkelanjutan.

Jimly (ISW)

Rangkaian Perayaan 70 Tahun Prof Jimly Asshiddiqie, Fakultas Syariah IAI Rawa Aopa Usulkan Diskusi Nasional terkait Penguatan Etika Bernegara

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Momentum hari lahir ke-70 Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008, Prof. Jimly Asshiddiqie, menjadi panggung refleksi mendalam bagi arah ketatanegaraan Indonesia. Perayaan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) ini tidak sekadar seremoni usia, namun ditandai dengan peluncuran 12 buku yang memotret perjalanan intelektual dan dedikasi sang maestro konstitusi bagi Ibu Pertiwi. 

Di antara karya yang diluncurkan, buku berjudul ‘70 Tahun Wawasan Prof. Jimly Melewati Bangsanya’ dan ‘Maestro Pengawal Konstitusi 70 Tahun Jejak Perjuangan Jimly Asshiddiqie’ menjadi sorotan utama sebagai rangkuman pemikiran hukum yang telah melampaui zamannya. Dalam pidato sambutannya, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia tersebut menekankan bahwa tantangan krusial bangsa saat ini terletak pada pembangunan etika bernegara. 

Prof. Jimly menyoroti kecenderungan praktik ketatanegaraan yang selama ini terlalu terpaku pada aspek legal-formal. Ia mendorong transformasi fundamental agar Indonesia tidak hanya mengembangkan constitutional law, tetapi juga merambah ke ranah constitutional ethics. 

Menurutnya, sistem hukum hanya mampu memilah antara benar dan salah, sementara etika mampu menyentuh dimensi yang lebih dalam, yakni baik dan buruk. Beliau menegaskan bahwa tidak semua yang benar secara hukum otomatis mengandung kebaikan, sehingga cara berpikir bernegara yang ideal adalah memadukan ketepatan hukum dengan keluhuran etika.

Menanggapi gagasan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan dukungan penuh melalui usulan diskursus berskala nasional. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa pemikiran Prof. Jimly mengenai etika konstitusi merupakan jawaban atas kegelisahan akademik terkait degradasi nilai dalam praktik kekuasaan saat ini. 

“Kami di IAI Rawa Aopa memandang gagasan Prof. Jimly bukan sekadar wacana, melainkan kompas moral yang harus segera diinternalisasi ke dalam kurikulum pendidikan tinggi hukum dan syariah,” ujar Ismail saat memberikan tanggapannya. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan melalui Fakultas Syariah berkomitmen untuk menjadi motor penggerak dalam mendalami kaitan antara etika agama dan etika bernegara sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi sang profesor. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa sebagai tindak lanjut dari perayaan 70 tahun ini, pihaknya tengah merancang sebuah seminar nasional yang secara khusus akan mengupas tuntas urgensi constitutional ethics. 

Beliau menyampaikan “Perayaan ini adalah momentum emas bagi kami untuk mengusulkan diskusi nasional guna merumuskan penguatan etika bernegara yang lebih sistematis.” Menurut Ismail, sinkronisasi antara hukum dan etika akan menciptakan stabilitas pemerintahan yang lebih bermartabat. Ia berharap melalui diskusi yang melibatkan berbagai elemen bangsa, gagasan Prof. Jimly dapat bertransformasi menjadi kebijakan nyata yang memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya melihat keteladanan Prof. Jimly sebagai sosok yang konsisten menjaga integritas konstitusi selama puluhan tahun. Beliau berpendapat bahwa 12 buku yang diluncurkan harus menjadi rujukan wajib bagi para akademisi dan praktisi hukum di seluruh pelosok negeri. 

“Prof. Jimly telah mewariskan identitas intelektual yang sangat kaya, maka kewajiban kita adalah memastikan api pemikiran tersebut tetap menyala melalui diskusi-diskusi produktif di kampus,” tegas Ismail. Dengan adanya dorongan dari IAI Rawa Aopa ini, diharapkan wacana etika bernegara akan menjadi arus utama dalam dialektika hukum nasional ke depan.

Kekayaan Intelektual Sultan Hasanuddin (ISW)

Promosikan Kekayaan Intelektual Sulawesi Tenggara, Fakultas Syariah IAI Rawa Aopa Siap Mengikuti Celebes Summit

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam ajang Celebes Summit. Perhelatan yang mengintegrasikan aspek pendidikan dan kebudayaan ini direncanakan berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai simbol konektivitas dan gerbang informasi bagi masyarakat luas. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam agenda ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai kekayaan intelektual serta potensi budaya yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara di panggung regional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya serius dalam melakukan syiar akademik, usai memantau pelaksanaan PPL (Selsa, 12 Mei 2026). Menurutnya, Celebes Summit menjadi momentum yang tepat bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kontribusi nyatanya dalam melestarikan nilai-nilai lokal melalui pendekatan ilmiah. Kehadiran delegasi dari Fakultas Syariah diharapkan mampu memberi warna tersendiri dalam diskusi-diskusi intelektual yang akan digelar di lokasi strategis tersebut.

Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai pemilihan lokasi kegiatan yang dinilai sangat inovatif. “Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan hanya tempat perlintasan penumpang, tetapi kini bertransformasi menjadi ruang dialektika yang mempertemukan pemikiran akademis dengan realitas sosial budaya masyarakat,” ujar Ismail usai bertemu dengan jajaran dekan di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. 

Beliau menambahkan bahwa melalui platform ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset dan kekayaan intelektual dari Sulawesi Tenggara dapat diakses dan dikenal oleh publik yang lebih luas. “Kami berkomitmen untuk membawa identitas lokal ke level yang lebih tinggi agar literasi mengenai kekayaan Sulawesi Tenggara tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas saja,” tegasnya.

Dalam keterangannya lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa integrasi antara pendidikan dan kebudayaan merupakan kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tetap berpijak pada akar budaya setempat. Selain itu, Ismail memaparkan bahwa persiapan Fakultas Syariah sudah mencapai tahap matang guna menyongsong kegiatan yang dijadwalkan menjadi pusat perhatian para intelektual di Pulau Sulawesi tersebut. 

Terakhir, ia berharap agar sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga Bandara Sultan Hasanuddin bisa menjadi pusat edukasi yang inklusif bagi setiap pengunjung yang melintas. “Terima kasih kepada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah berkenan menjadi mitra,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang sukses menggelar Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation di akhir April lalu sebagai forum internasional yang mendatangkan pembicara Jepang dan Malaysia.