Bakti Sosial (ISW)

Sambut Idul Adha 1447 H, HMJ HTN Rencanakan Bakti Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menyambut momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar aksi kepedulian sosial. Kegiatan ini diwujudkan melalui bakti sosial penyembelihan satu ekor kambing yang dagingnya langsung didistribusikan kepada warga di sekitar lingkungan kampus dan titik yang telah ditentukan oleh pengurus HMJ HTN.

Langkah ini sengaja dikemas dalam bentuk bakti sosial untuk menjaga kebersamaan.. Melalui format bakti sosial, seluruh civitas akademika dan mahasiswa dapat bergerak bersama secara kolektif untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat luas.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang saat ini berada di Jakarta (Ahad, 17 Mei 2026) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif responsif yang ditunjukkan oleh para mahasiswa tersebut. Beliau menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata dari pengabdian masyarakat yang lahir dari kepedulian mahasiswa. 

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kampus harus selalu hadir di tengah-tengah problematik dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Lebih lanjut, beliau mengutarakan harapannya agar kolaborasi kemanusiaan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda tahunan yang konsisten.

Pihak rektorat menilai bahwa langkah taktis yang diambil oleh HMJ HTN dalam memilih skema bakti sosial adalah keputusan yang sangat bijak dan inklusif. Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Melalui format bakti sosial ini, kita bisa melebur sekat birokrasi dan fokus pada esensi kemanusiaan serta kebersamaan yang ingin dicapai.” 

Beliau juga menambahkan, “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjalin soliditas yang kuat antara masyarakat dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa secara langsung di lapangan.” Pada akhir penyataannya, beliau menekankan, “Kami sangat mendukung penuh kemandirian pengurus HMJ HTN dalam menentukan lokasi distribusi agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.”

Penentuan lokasi penyembelihan dan pemetaan warga penerima manfaat sepenuhnya diamanahkan kepada pengurus HMJ HTN IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa dapat belajar mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan di sekitar Konawe Selatan, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan manajerial mereka dalam mengelola kegiatan kemasyarakatan.

Melalui sinergi ini, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah tahunan, melainkan juga sebagai jembatan silaturahmi yang hidup. Kehadiran mahasiswa Hukum Tata Negara di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif, mempererat hubungan emosional, serta menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan yang kontributif dan menyatu dengan denyut kehidupan warga.

Buka Puasa (ISW)

Sinergi Akademisi dan Polri: Prodi HTN IAI Rawa Aopa dan Polres Konsel Gelar Aksi Sosial serta Perkuat Solidaritas Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian. Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan pada Jumat, Maret 2026.

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional. 

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya. 

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial. Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret. 

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional. 

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.