Semiloka (ISW)

Sinergi 7 Kampus Kampus Lintas Pulau: Sukses Gelar Semiloka Nasional di Makassar untuk Mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sebanyak tujuh perguruan tinggi lintas provinsi dan lintas pulau menyatukan sinergi dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Kemitraan Perguruan Tinggi yang digelar di Makassar pada 16–17 Juni 2026. Forum strategis ini berhasil diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam memetakan potensi kegiatan kolaboratif untuk satu semester ke depan.

Kegiatan akbar ini diinisiasi dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan, di mana setiap institusi berkomitmen untuk saling memperkuat satu sama lain demi mencapai predikat perguruan tinggi unggul. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum krusial bagi perguruan tinggi daerah untuk melompat lebih tinggi. 

Menurutnya, era kompetisi yang kaku sudah harus digantikan dengan era kerja sama yang inklusif demi kemajuan bersama. “Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri di tengah tuntutan global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas pulau ini adalah kunci untuk saling melengkapi kekurangan dan melejitkan potensi yang kita miliki,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Selama dua hari pelaksanaan, delegasi dari tujuh kampus secara intensif menyusun cetak biru (blueprint) program kerja bersama. Ismail menjelaskan bahwa pertemuan di Makassar ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, melainkan langsung menghasilkan rencana aksi nyata yang akan dieksekusi sepanjang enam bulan ke depan.

Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam satu semester mendatang adalah pertukaran dosen, kolaborasi riset nasional, hingga pengabdian masyarakat berbasis lintas budaya. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

“Kami berkumpul di sini dengan target yang jelas. Pertemuan ini berhasil memetakan agenda kerja konkret untuk satu semester ke depan, sehingga setelah dari Makassar, kita langsung tancap gas beraksi,” tegas Ismail.

Semiloka ini menjadi bukti nyata bahwa sekat geografis bukan lagi penghalang untuk maju bersama. Melalui pembagian sumber daya dan keahlian antar-perguruan tinggi, akselerasi mutu pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih merata.

“Begitu pula dengan perluasan akses pendidikan tinggi di penjuru Indonesia,” tutur Ismail usai kegiatan.

Ismail menegaskan bahwa muara dari seluruh rangkaian kerja sama lintas provinsi ini adalah peningkatan akreditasi dan kapasitas institusi menuju kampus yang unggul. Ia meyakini, dengan saling menopang, perguruan tinggi yang berada di daerah pun mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Tujuan akhir kita sangat jelas, yaitu penguatan kapasitas bersama guna melahirkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya optimis.

Wisuda (ISW)

Klarifikasi Resmi atas Informasi Tidak Benar Terkait Pelaksanaan Wisuda IAI Rawa Aopa

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait pelaksanaan wisuda Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa pada tanggal 10 Juni 2026, yang menyebutkan bahwa para wisudawan merupakan mahasiswa yang tidak pernah mengikuti aktivitas perkuliahan, pihak kampus dengan ini menyampaikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan menyesatkan.

Demikian disampaikan Dekan Program Studi Hukum, Aminudin, S.H., M.H, dalam pernyataan resminya melalui media ini (Kamis,11 Juni 2026), menegaskan bahwa seluruh peserta wisuda yang berjumlah 438 wisudawan dan wisudawati telah melalui tahapan akademik yang sah dan sesuai prosedur.

Tahapan tersebut meliputi proses pendaftaran, pengenalan budaya akademik kampus, kegiatan perkuliahan tatap muka, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga tahapan evaluasi akademik lainnya, sehingga dinyatakan lulus dan layak mengikuti prosesi wisuda,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aminudin menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa menjunjung tinggi dan taat pada regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, serta menjalankan sistem pembelajaran secara transparan tanpa adanya hal yang ditutup-tutupi. Adapun sistem pembelajaran yang diterapkan terdiri dari dua skema, yaitu:

Sistem Reguler, di mana mahasiswa mengikuti perkuliahan secara tatap muka mulai hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 WITA hingga selesai. Adapun, Sistem Hybrid, dengan jadwal perkuliahan tatap muka pada hari Sabtu dan Minggu, dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara langsung dengan kehadiran dosen pengampu dan mahasiswa, sesuai dengan standar akademik yang berlaku.

Sehubungan dengan beredarnya isu yang diduga disebarkan oleh oknum melalui akun Facebook atas nama Fikram Lepoz, pihak IAI Rawa Aopa melalui perwakilan tim hukum menegaskan akan segera mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun tersebut kepada pihak berwenang, dalam hal ini Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Demikian siaran pers ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. IAI Rawa Aopa mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,”tutupnya.

Laporan: Tim Redaksi Jurnalis Detik.

Berita ini telah tayang sebelumnya di: https://jurnalisdetik.com/klarifikasi-resmi-atas-informasi-tidak-benar-terkait-pelaksanaan-wisuda-iai-rawa-aopa/

Sentra Kekayaan Intelektual (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Sentra Kekayaan Intelektual untuk Akselerasi Riset Civitas Akademika

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmen bagi meningkatkan mutu kelembagaan dan kualitas riset di lingkungan perguruan tinggi. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui persiapan pendirian Sentra Kekayaan Intelektual (KI). 

Unit baru ini dirancang untuk menjadi wadah perlindungan hukum sekaligus komersialisasi atas seluruh hasil pemikiran, inovasi, dan karya ilmiah dari dosen maupun mahasiswa. Pengembangan kelembagaan ini diharapkan mampu membawa institusi bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 

Keberadaan Sentra Kekayaan Intelektual dinilai sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi ekosistem akademik modern.  Selama ini, hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun belum terproteksi secara hukum. 

Melalui sentra ini, seluruh proses pendaftaran hak cipta, paten, merek, hingga desain industri akan difasilitasi secara terpadu oleh kampus. Hal tersebut diproyeksikan akan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah yang memiliki legalitas formal kuat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola kampus yang inklusif. Beliau menyatakan bahwa lembaga tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading yang memproduksi teori tanpa perlindungan hukum yang jelas. 

Menurutnya, pendirian unit ini akan menjadi katalisator penting bagi peningkatan klasterisasi perguruan tinggi dalam bidang penelitian dan pengabdian. Pihak manajemen kampus pun telah mengalokasikan anggaran khusus serta menyiapkan skema insentif bagi sivitas akademika yang berhasil mendaftarkan karya mereka.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan pentingnya integrasi hasil riset dengan perlindungan hukum yang sistematis. “Kami mendirikan Sentra Kekayaan Intelektual ini sebagai wujud nyata komitmen kampus dalam melindungi setiap tetes keringat pemikiran akademis dosen dan mahasiswa,” ujar Ismail saat ditemui di sela-sela persiapan Istigasah Akbar 2026 jelang rangkaian Dies Natalis. 

Beliau menambahkan bahwa langkah ini juga menjadi fondasi penting untuk mendorong hilirisasi riset agar bisa diadopsi langsung oleh industri dan masyarakat luas. “Target kami tidak main-main, karena dalam tahun ini seluruh buku ajar, jurnal, dan produk inovasi komunitas akademik harus sudah memiliki hak cipta yang terdaftar resmi,” tegasnya optimis.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga memaparkan aspek operasional dan dampak jangka panjang dari keberadaan unit baru tersebut. Beliau menjelaskan secara tidak langsung bahwa Sentra Kekayaan Intelektual ini nantinya akan diintegrasikan dengan platform digital knowledge management yang sedang dikembangkan oleh kampus. 

Integrasi sistem ini bertujuan agar proses pengajuan dokumen ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan efisien. Disamping itu, beliau menerangkan pula bahwa unit ini akan aktif menyelenggarakan workshop serta pendampingan intensif bagi para dosen agar mampu mengubah laporan penelitian menjadi dokumen paten yang prospektif.

Manajemen institusi meyakini bahwa langkah strategis ini akan berdampak linear pada nilai akreditasi lembaga di masa depan. Berdirinya Sentra KI juga menjadi jawaban atas tantangan global di mana hasil inovasi perguruan tinggi dituntut untuk berkontribusi langsung pada pembangunan daerah. 

Melalui regulasi yang matang dan dukungan penuh dari yayasan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis sentra baru ini dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat. Seluruh sivitas akademika pun diimbau untuk mulai menginventarisasi karya-karya potensial mereka agar segera mendapatkan proteksi hukum.

Seminar (ISW)

Announcing the International Seminar on Law in Southeast Asia, 21-22 December 2026

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are pleased to announce the upcoming International Seminar on Law in Southeast Asia, scheduled to take place in the vibrant cultural and economic hub of Ho Chi Minh City, Vietnam, from 21–22 December 2026. The seminar will be hosted in collaboration three higher education institutions, they are Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (Indonesia), Universitas Muhammadiyah Barru (Indonesia), and Ho Chi Minh City University of Law (Vietnam).

This year’s seminar centers around a compelling and highly relevant theme: “The Interdisciplinary Language and Law: Understanding South Asia Landscape.”

As regional (Southeast Asia) academic legal frameworks become increasingly interconnected, understanding the profound intersection between language, socio-legal traditions, and regional developments is crucial. This seminar aims to bridge these disciplines, offering a collaborative platform for academics, researchers, legal practitioners, and policymakers to exchange insights, explore evolving regional landscapes, and foster cross-border academic synergy.

Event Highlights:

  • Dates: 21–22 December 2026
  • Location: Ho Chi Minh City, Vietnam
  • Theme: The Interdisciplinary Language and Law: Understanding South Asia Landscape
  • Official Website: syariah.rawaaopakonsel.ac.id

We welcome scholars and experts from across Southeast Asia and beyond to participate in these critical dialogues and contribute to shaping the future of interdisciplinary legal studies.

HMJ HTN (ISW)

HMJ Hukum Tata Negara Usai Didaftarkan ke Kesbangpol Kab Kopnawe Selatan, Laksanakan Bakti Sosial

Syariah.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro -Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan satu ekor kambing kepada masyarakat Kelurahan Potoro dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Penyerahan hewan kurban tersebut merupakan bagian dari program sosial kemahasiswaan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi teman-teman mahasiswa kepada masyarakat.

“Momentum Idul Adha merupakan waktu yang tepat untuk saling berbagi dan memperkuat rasa solidaritas antar sesama. Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kelurahan Potoro,” ujarnya kepada media ini, Rabu (27/05/26).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum HMJ-HTN, Yusdar. Ia menuturkan bahwa Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, khususnya di lingkungan mahasiswa Hukum Tata Negara,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa. Suriyansyah, S.Sos.I.,M.H turut memberikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan oleh mahasiswa.

Ia menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai akademik dan sosial yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa HMJ-HTN yang telah menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Ini adalah contoh positif yang patut dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Berita Eksyar (ISW)

Dengan Dukungan UKT Setara Pemkab Konsel, IAI Rawa Aopa Buka Kuliah Ekonomi Syariah Dengan Beasiswa

Syariah.rawaaopakonsel.aci.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memperkuat kedudukannya sebagai lembaga pendidikan tinggi kredibel dengan menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1714 Tahun 2025 mengenai izin penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk jenjang Sarjana (S1). 

Penerimaan dokumen strategis tersebut dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, yang diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri. Kehadiran program studi baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi calon mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang ingin mendalami sektor ekonomi berbasis syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur penunjang dan sumber daya manusia telah disiagakan untuk melayani calon mahasiswa yang ingin bergabung di kampus hijau tersebut. Mardan menyampaikan bahwa pembukaan program studi baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan pasar kerja di Sulawesi Tenggara yang semakin dinamis. 

Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. “Kami telah menyiapkan skema pendaftaran yang memudahkan calon mahasiswa, baik dari sisi administrasi maupun akses informasi, agar proses transisi menuju bangku perkuliahan berjalan lancar,” ujar Mardan saat tiba di Kendari usai menerima KMA tersebut.

Selain kesiapan internal, pihak yayasan juga memastikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah melalui program UKT Setara tetap menjadi prioritas utama. Marda menjelaskan bahwa kehadiran program bantuan biaya pendidikan dari Pemkab Konawe Selatan akan sangat membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, terutama bagi keluarga yang kurang mampu namun memiliki semangat belajar tinggi. 

Beliau menuturkan bahwa pihak kampus akan terus melakukan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah menengah agar informasi mengenai beasiswa dan keunggulan prodi baru ini tersampaikan secara merata ke pelosok daerah. Ketua Yayasan juga memberikan penekanan khusus pada kualitas lulusan yang ingin dicapai oleh IAI Rawa Aopa di masa depan. 

Beliau menyatakan bahwa target utama institusi bukan sekadar menjaring kuantitas mahasiswa yang banyak, melainkan mencetak kader-kader intelektual yang memiliki integritas moral dan keahlian profesional di bidang ekonomi Islam. “Penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa putra-putri daerah tidak perlu jauh-jauh keluar kota demi mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel dan terakreditasi,” tegas Mardan.

Lebih lanjut, Mardan menambahkan bahwa seluruh fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kelas telah direvitalisasi untuk menyambut mahasiswa angkatan pertama Prodi Ekonomi Syariah. Beliau menyampaikan rasa optimisnya bahwa antusiasme masyarakat akan sangat tinggi mengingat prodi ini memiliki prospek kerja yang luas di sektor perbankan dan industri kreatif syariah. “Kami mengundang seluruh generasi muda Konawe Selatan untuk menjadi bagian dari sejarah baru ini dan bersama-sama membangun daerah melalui ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” pungkasnya menutup pernyataan.

Langkah penguatan akademik ini berjalan selaras dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Teranyar, Pemkab Konsel kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026. Prosesi penandatanganan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada Selasa, 24 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala BKAD Marwiyah Tombili. Dalam agenda tersebut, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 universitas dan sekolah tinggi mitra yang menyepakati kelanjutan program bantuan biaya pendidikan tersebut. 

Kerja sama ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Konawe Selatan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menekankan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban finansial mahasiswa. 

Ia menyatakan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan setara untuk mengenyam pendidikan tinggi demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, addendum ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Konawe Selatan.

Melalui sinergi antara izin program studi baru di IAI Rawa Aopa dan dukungan finansial melalui program UKT Setara dari Pemkab Konsel, diharapkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara akan mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah daerah optimistis bahwa kolaborasi erat dengan perguruan tinggi mitra akan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat di masa mendatang.

Tarawih (ISW)

Menyonsong Penerimaaan Mahasiswa Baru, Prodi HTN Siapkan Beasiswa Thafidz

Syariahrawaaopa.ac.id, Andoolo – Di sela-sela berbuka puasa di kampus Andoolo, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara dan Wakil Rektor II, menyampaikan rencana untuk mengalokasikan beasiswa tahfidz, Ahad, 1 Maret 2026.

Usai berbuka puasa, dibahas terkait dengan beasiswa tersebut. Bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan di tahun akadmeik 2026/2027 yang akan datang, disediakan beasiswa tahfidz dengan turut menjadi pengampu kegiatan baca tulis Alquran bagi desa sekitar kampus.

Di sekitar kampus terdapat tiga desa, yaitu desa Sandarsih Jaya, Teteasa, dan Puuroe. Ketiga desa ini, akan menjadi desa mitra dalam kaitan penyediaan sarana baca tulis Alquran.

Amaliah Ramadhan (ISW)

Prodi HTN IAI Rawa Aopa, Jalin Kerjasama Dengan Al Washliyah Laksanakan Safari Ramadhan

Rawaaopakonsel.acid, Potoro – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat jejaring sosial dan keagamaan melalui kolaborasi strategis. Kali ini, IAI Rawa Aopa bersama-sama dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara dalam agenda Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Kamis, 26 Februari 2026).

Kegiatan ini selain Ketua Program Studi HTN, Suriansyah, M.H., juga turut hadir hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jamaah dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk pengabdian masyarakat di bulan suci.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan penguatan spiritualitas di tengah masyarakat. Menurutnya, Safari Ramadhan sebagai upaya menyemarakkan Ramadhan. Juga menjadi jembatan untuk mendengar langsung aspirasi warga serta memperkokoh ukhuwah islamiyah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan syiar Islam yang berdampingan dengan pengembangan keilmuan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Prodi HTN di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa hukum tata negara juga memiliki peran penting dalam mengatur tatanan sosial yang harmonis dan religius. Ia berharap melalui momentum Ramadhan ini, kerjasama dengan Al Washliyah dapat terus berlanjut dalam program-program pemberdayaan umat lainnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan “Kegiatan Safari Ramadhan ini adalah wujud implementasi pengabdian masyarakat yang menjadi pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Rawa Aopa,” tegasnya di hadapan jamaah yang juga dihadiri Kepala Kelurahan Potoro. 

Ia juga menambahkan, “Kami memilih berkolaborasi dengan Al Washliyah karena memiliki visi yang sama dalam merawat tradisi keislaman dan mencerdaskan kehidupan bangsa.” Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan optimisme, “Semoga kehadiran kami di Masjid Al Hidayah ini mampu mempererat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kemajuan Konawe Selatan.”

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara delegasi kampus, pengurus Al Washliyah, dan pengurus Masjid Al Hidayah mengenai rencana pengembangan dakwah dan pendidikan di wilayah Potoro dan sekitarnya.